TRADISI-TRADISI BUDAYA UNIK DI PULAU BALI YANG TETAP TERJAGA

Posted on
NAN/5 (3)

Bali yang lebih dikenal sebagai pulau Dewata memang seperti tak pernah habis untuk dikupas dari segi kebudayaan dan tradisinya, terlebih pesona wisatanya sudah diakui dunia.

Sebelum berkunjung ke Bali perlu untuk sebagai bahan referensi perihal tradisi-tradisi unik di pulau bali yang sampai saat ini masih lestari.

 

Tradisi-tradisi unik budaya bali

tradisi yang patut untuk disaksikan serta layak untuk diabadikan bagi para pecinta fotografi antra lain :

1. Tradisi Omed-omedan

omed omedan bali

Yakni tradisi unik dari Bali yang dilakukan oleh kelompok muda mudi Bali yang masih lajang. Mereka saling berhadap-hadapan serta tarik menarik.

Acara omed-omedan biasanya digelar sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi.

Salah satu desa yang masih melestarikan acara ini adalah Desa Sesetan, Denpasar, Bali. Para anak muda yang masih berusia 17-30 tahun dengan status lajang akan turut andil dalam berpartisipasi dalam acara omed-omedan.

Sementara itu dalam bahasa Bali, tarik menarik tersebut disebut omed-omedan. Kemudian muda mudi tersebut saling mencium dibawah guyuran air, dengan disaksikan oleh warga.

Tradisi unik tersebut sudah menjadi atraksi wisata yang menarik bagi para wisatawan. Omed-omedan biasanya dilaksanakan sehari setelah hari raya Nyepi, yakni sekitar Pukul 14.00 WITA.

Omed-omedan dilakukan dengan di iringi lagu

Omed-omedan, saling kedengin, saling gelutin. Diman-diman…
Omed-omedan, besik ngelutin, ne len ngedengin. Diman-diman…

Tradisi Omed-omedan itu bertujuan adalah untuk memperkuat rasa Asah, Asih, dan Asuh antar  sesama warga, khususnya warga Banjar Kaja, Desa Sesetan.

Acara yang diawali dengan sembahyang bersama di Pura. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan Barong Bangkung Jantan dan Betina. Setelah semua selesai dilaksanakan, selanjutnya kelompok peserta memasuki pelataran Pura.

 

2. Tradisi Mekare-kare

mekare-kare bali

Mekare-kare mungkin menjadi tradisi yang mengerikan bagi sebagian orang, lain halnya dengan warga bali tradsisi tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan harus dilaksanakan.

 

Tradisi Mekare-kare atau upacara Perang Pandan ini, merupakan rangkaian upacara keagamaan di desa Tenganan saat upacara Sasih Sembah digelar, upacara Sasih Sembah ini adalah upacara terbesar dan hanya sekali dalam setahun, sedangkan prosesi Mekare-kare dilangsungkan selama 2 hari di halaman Balai Desa dan dimulai sekitar jam 2 sore.

Para perempuan mengenakan pakaian khas Tenganan dengan kain tenun Pegeringsingan, sedangkan para kaum prianya mengenakan pakaian adat madya (sarung, selendang, ikat kepala) tanpa baju atau bertelanjang dada.

Tradisi ini merupakan sebuah tradisi perang menggunakan pandan berduri, peserta saling sabet menggunakan pandan berduri sampai mengeluarkan darah.

Tradisi Mekare-Kare Atau Perang Pandan Di Desa Tenganan

Selain itu mekare-kare juga dikenal dengan perang pandan, tradisi Mekare-kare ini digelar dengan tujuan sebuah persembahan untuk menghormati Dewa Indra yang dipercaya sebagai Dewa Perang dan juga untuk menghormati para leluhur. Ritual ini digelar sekali dalam setahun yaitu pada bulan Juni.

3. Tradisi Gebug Ende

gebug ende bali
Tradisi Selanjutnya adalah Gebug Ende melibatkan para laki-laki dewasa. Mereka saling mengadu ketangkasan, saling memukul antara satu dengan lainnya dengan hanya menggunakan sebatang tongkat dari rotan. Tradisi tersebut dapat di temui jika berkunjung ke Karangasem Desa Seraya.

Dalam pelaksanaannya, lelaki yang saling mengadu ketangkasan tersebut diiringi oleh gamelan Bali. Irama gamelan yang dipergunakan merupakan irama yang memberikan semangat.

Tradisi Gebug Ende ialah tradisi sudah dilakukan secara turun temurun  sampai saat ini masih terus dilakukan.

Tradisi unik ini pada mulanya hanya digelar dengan tujuan memohon hujan pada saat musim kemarau, Tetapi demi kepentingan wisata tradisi tersebut juga digelar pada saat-saat tertentu.

Tradisi Gebug Ende Karangasem atau dikenal juga Gebug Ende Seraya ini merupakan perang rotan.

Sebuah warisan budaya leluhur yang bertahan sampai saat ini, dimana tradisi ini dilakoni untuk memohon turun hujan pada musim kemarau. Gebug Ende biasanya digelar pada sasih kapat (kalender Hindu Bali) atau pada bulan Oktober – November.

4. Tradisi Mesabatan Api

mesabatan api bali
Masebatan api berarti melempar api yang merupakan tradisi unik pulau Dewata yakni saling melempar abi yang berada pada sabut kelapa, adapun tradisi Mesabatan api sudah berusia ratusan tahun serta diadakan dalam rangka menyambut hari raya nyepi.

Dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan, menyucikan alam dan segaligus memupuk rasa persaudaraan. Selain itu acara tersebut diadakan dengan tujuan untuk mengusir roh jahat yang bernama Bhuta Kala yang digambarkan dengan badan yang besar dengan mata melotot dan lidahnya yang panjang menjulur keluar.

 

Tradisi Mesabatan Api digelar bertepatan saat waktu Sandikala, diambil waktu sandikala (peralihan waktu siang ke malam) yang mana matahari tenggelam, terlihat seperti menyatu dengan bumi, ini memiliki makna yang mendalam yaitu sebagai simbol dari dua elemen yang berbeda lalu akhirnya menjadi dalam satu kesatuan yang nantinya akan saling membutuhkan satu sama lain. Hal ini dikaitkan dengan rwa bhineda (dua perbedaan).


5. Tradisi Sapi Gerumbungan

sapi gerumbungan
Sementara itu tradisi unik lainnya adalah sapi gerumbungan yang selalu dilaksanakan oleh sekelompok petani setelah membajak sawah.

Tradisi unik ini sejatinya hanya untuk mengisi waktu, namun pada akhirnya pemerintah setempat kemudian menetapkannya sebagai event tetap tahunan sehingga tradisi unik ini menjadi salah satu atraksi wisata yang cukup menarik minat wisatawan.

Sapi Gerumbungan merupakan atraksi pacuan sepasang sapi yang dihubungkan dengan kayu di lehernya, dan kayu penghubung tersebut dinamakan “Uga,” di joki berdiri tengah-tengah uga yang menggunakan kayu memanjang untuk tempat berdiri. Sepintas tradisi tersebut memang mirip dengan tradisi karapan sapi dari Madura.

Sapi gerumbungan

Demikianlah tradisi-tradisi unik yang berada dipulau bali yang tetap terjaga kelestariannya, semoga menjadi bahan referensi dalam mencari destinasi wisata dipula dewata yang terkenal beraneka ragam tempat wisatanya yang membuat para wisatawan betah untuk berlama-lama berada di pulau bali.

“baca juga wisata air terjun gitgit bali”

Nilai kualitas kontent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *